PRESS RELEASE HSTP SHARING #3 KOLABORASI BIRO LITBANG, DIVISI AKUATIK, DAN DIVISI NON RUMINANSIA “AEROMONAS IKAN LELE & KEWASPADAAN AFRICAN HORSE SICKNESS DI INDONESIA”

Pada hari Minggu, 27 November 2021, Biro Litbang HSTP FKH UGM telah mengadakan HSTP SHARING yang ke tiga, berkolaborasi dengan Divisi Akuatik dan Divisi Non-Ruminansia HSTP FKH UGM. Kegiatan yang merupakan penutup dari rangkaian kegiatan HSTP SHARING ini diikuti oleh sekitar 50 peserta melalui platform Google Meets. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh pemandu acara, yang kemudian dilanjutkan oleh pemateri dari masing-masing divisi.

Topik yang dibawakan yaitu AEROMONAS IKAN LELE & KEWASPADAAN AFRICAN HORSE SICKNESS DI INDONESIA. Kedua topik tersebut dirasa penting untuk menjadi diskusi di antara mahasiswa kedokteran hewan. Meskipun bukan merupakan penyakit zoonosis, terdapat banyak aspek-aspek yang perlu dipelajari mengingat konsekuensi yang dapat ditimbulkan dari penyakit-penyakit tersebut. read more

TRANSBOUNDARY ANIMAL DISEASES DAN UPAYA PENANGANAN DI INDONESIA

Globalisasi perdagangan menyebabkan peningkatan frekuensi perpindahan hewan dan produk hewan dari satu negara ke negara lain. Perpindahan hewan dan produknya berperan penting dalam peningkatan risiko penyebaran penyakit hewan antar negara. Penyakit hewan menular yang muncul akibat adanya perdagangan antar negara biasa disebut dengan Transboundary Animal Diseases (TADs).

Transboundary Animal Diseases merupakan penyakit epidemi yang sangat menular dan memiliki potensi penyebaran yang cepat, serta tidak terpengaruh batasan negara. TADs menyebabkan tingkat kematian (mortalitas) dan morbiditas yang tinggi pada hewan, memiliki dampak sosial ekonomi yang serius dan kadang-kadang berdampak pada kesehatan masyarakat. read more

JAMU PADA UNGGAS

Indonesia dikenal sebagai negara dengan memiliki kekayaan hayati tumbuhan yang tinggi dan warisan budaya dalam pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Hal ini membuat banyak peternak memanfaatkan berbagai tanaman obat lokal sebagai obat tradisional yang disebut jamu ternak. Jamu ternak dapat diberikan dalam bentuk larutan melalui air minum atau dalam bentuk tepung yang dicampur kedalam ransum sebagai makanan tambahan (feed suplement).