Recent Posts

Mengapa Bulu Bebek Tidak Mudah Basah?

Berkabar #5

Bebek kok gak basah? Waterproof tah?

Yuk kenali mekanisme water repellency pada bulu bebek

Materi: Biro Litbang

Kenapa Air Tidak Langsung Meresap ke Bulu Bebek?

Bulu bebek memiliki kemampuan water repellency, yaitu kemampuan untuk menolak air sehingga air tetap berada di permukaan bulu dalam bentuk tetesan dan tidak mudah meresap. Hal ini membuat bulu bebek tetap kering meskipun sering berada di lingkungan yang basah.

Kemampuan ini dipengaruhi oleh struktur bulu yang tersusun atas rachis, barbs, dan barbules. Pada bulu tipe pennaceous feather, barbules saling berkaitan melalui struktur kecil yang disebut hooklets, sehingga membentuk permukaan bulu yang rapat. Susunan tersebut membuat air lebih mudah menggelinding dari permukaan bulu serta membantu mempertahankan lapisan udara yang berfungsi sebagai isolator panas. read more

PPR pada Kambing dan Domba

Berkabar #4

Satu Virus, Jadi Ancaman Besar?!

Mengenal Peste des Petits Ruminants (PPR) pada ruminansia kecil

Materi: Biro Litbang

Apa Itu PPR pada Kambing dan Domba?

PPR pada kambing dan domba, atau Peste des Petits Ruminants, merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus, yang memiliki hubungan kekerabatan erat dengan virus penyebab rinderpest (WOAH, 2026).

PPR dikenal dengan berbagai sebutan lain, yaitu pseudo rinderpest pada kambing dan domba, pest of sheep and goats, stomatitis-pneumoenteritis syndrome, goat plague, contagious pustular stomatitis, serta pneumoenteritis complex. read more

Keracunan Tembaga pada Domba

Berkabar #3

Nutrisi Penting Berubah Jadi Racun Mematikan?!

Mengenal copper poisoning pada domba

Materi: Biro Litbang

Mengapa Domba Sangat Rentan terhadap Tembaga?

Tembaga (Cu) merupakan mineral esensial yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, pertumbuhan, dan sintesis pigmen wol. Namun, dibandingkan ruminansia lain, domba merupakan spesies yang paling sensitif terhadap kelebihan tembaga.

Kerentanan ini disebabkan oleh rendahnya kemampuan ekskresi tembaga melalui empedu serta terbatasnya kapasitas penyimpanan protein pengikat tembaga (metallothionein). Akibatnya, tembaga mudah terakumulasi di hati dan memicu kerusakan sel secara perlahan. read more

Kolik pada Kuda

Berkabar #2

Kuda ga bisa muntah? Hah?! Yang Bener Ajaa

Mengenal anatomi pencernaan kuda dan kaitannya dengan kolik

Materi: Biro Litbang

Mengapa Kuda Sulit Muntah?

Sistem pencernaan kuda berjalan satu arah dari kerongkongan menuju lambung. Kuda memiliki cardiac sphincter, yaitu katup otot yang sangat kuat dan mengarah ke lambung. Katup ini tidak dapat membuka kembali sehingga isi lambung tidak memungkinkan untuk naik kembali ke esofagus.

Lambung kuda juga relatif lebih kecil. Selain itu, posisi lambung dan esofagus membentuk sudut yang tajam sehingga lambung sulit mendorong makanan kembali ke atas. read more

Hardware Disease

Berkabar #1

Sapi Makan Paku?? Nggak Bahaya tah

Yuk Kenali Hardware Disease / Traumatic Reticuloperitonitis

Materi: Biro Litbang (Zikri)

Mekanisme makan pada Sapi & Kambing

Sapi dan kambing, pada dasarnya memiliki kebiasaan cara makan yang berbeda. Sapi dikenal memakan sesuatu dengan cara “grazer”, yaitu memakan rumput yang ada di permukaan tanah. Selain itu, sapi menggunakan lidah sebagai organ prehensil (penangkap) pakan yang utama dan memiliki bentuk moncong yang lebar, sehingga membuat sapi cenderung menangkap dan melahap sebagian besar pakan secara langsung. Oleh karena mekanisme ini, sapi memiliki selektivitas pakan yang rendah, sehingga rentan membawa benda asing ikut tertelan bersama pakan. read more

Ayam Cemani

Ayam cemani merupakan ayam lokal asli Indonesia yang sejarahnya berasal dari kisah Ki Ageng Makukuhan di Karesidenan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Kata “Cemani” berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya “Hitam Legam”, warna hitam ini menyelimuti seluruh tubuh ayam mulai dari jengger, pial, paruh, bola mata, rongga mulut, lidah, sayap, kaki, hingga cakar (Santoso, 2021). Ayam ini keseluruhannya hitam bahkan sampai warna daging, tulang, dan darah, tetapi telurnya berwarna krem masih sama seperti ayam lainnya. Kriteria tersebut diklaim sebagai “Ayam Cemani Asli” atau sering disebut dengan julukan (Hayam Hideung) oleh orang Sunda yang mana kualitas seperti itu sangat langka dan banyak dijadikan koleksi (Cemani Kedu Farm, 2016). read more