Berkabar #1
Sapi Makan Paku?? Nggak Bahaya tah
Yuk Kenali Hardware Disease / Traumatic Reticuloperitonitis
Materi: Biro Litbang (Zikri)
Mekanisme makan pada Sapi & Kambing
Sapi dan kambing, pada dasarnya memiliki kebiasaan cara makan yang berbeda. Sapi dikenal memakan sesuatu dengan cara “grazer”, yaitu memakan rumput yang ada di permukaan tanah. Selain itu, sapi menggunakan lidah sebagai organ prehensil (penangkap) pakan yang utama dan memiliki bentuk moncong yang lebar, sehingga membuat sapi cenderung menangkap dan melahap sebagian besar pakan secara langsung. Oleh karena mekanisme ini, sapi memiliki selektivitas pakan yang rendah, sehingga rentan membawa benda asing ikut tertelan bersama pakan.
Berbeda dengan kambing yang lebih selektif atau disebut “browser”, kambing memiliki struktur bibir atas yang lincah (mobile lip) ditambah bentuk moncong yang lebih sempit, membantu kambing dalam memilah pakan dan menghindari benda tajam atau tanaman yang keras.
Sapi (“Grazer”)
- Memakan rumput di permukaan tanah.
- Lidah sebagai organ prehensil (penangkap) utama.
- Moncong lebar & melahap sebagian besar pakan langsung.
- Rentan membawa benda asing ikut tertelan bersama pakan.
Kambing (“Browser”)
- Lebih selektif dalam memilih pakan.
- Struktur bibir atas yang lincah (mobile lip).
- Bentuk moncong lebih sempit untuk memilah pakan.
- Menghindari benda tajam atau tanaman yang keras.
Apa itu Traumatic Reticuloperitonitis?
TRP atau sering disebut Hardware Disease, kondisi dimana terdapat benda asing yang tajam (benda logam, paku, kawat) tertelan dan tersangkut di retikulum atau perut jala.
Kontraksi retikulum yang kuat mendorong benda tajam tersebut menembus dinding retikulum sehingga terbentuk lubang (perforasi).
Lubang pada dinding retikulum memungkinkan terjadinya kebocoran ingesta dan bakteri, sehingga dapat mengontaminasi rongga peritoneum dan memicu peradangan lokal (peritonitis).
Peritonitis yang terjadi umumnya terlokalisasi dan sering menyebabkan perlekatan (adhesi) pada jaringan atau organ di sekitar. Namun, jika benda tajam tersebut terus bergerak ke depan, bisa menimbulkan komplikasi karena dapat menembus diafragma dan melukai jantung. Kondisi ini disebut Perikarditis Traumatik.
Cara Mengetahui Sapi Terkena Penyakit Tersebut

Tanda dan Gejala Klinis:
- Anoreksia (nafsu makan menurun)
- Produksi susu menurun
- Demam
- Rumen atoni (gangguan pencernaan ditandai penurunan atau hilangnya kontraksi otot rumen) dan bloat (kembung)
- Punggung melengkung
- Abdomen guarded (otot perut menegang ketika disentuh)
Gimana Cara Penanganan TRP?


TRP umumnya dapat ditangani dengan magnet bolus yang diberikan lewat mulut untuk menarik benda-benda logam di perut, yang dibantu dengan antiinflamasi untuk meredakan nyeri dan peradangan.
Setelah itu, sapi dapat dipantau selama 2-4 hari, jika respon atau kondisinya belum membaik, dapat dilakukan terapi medis berupa rumenotomi untuk mengambil benda asing atau benda yang tidak menempel pada magnet.
Eutanasia/penyembelihan hanya menjadi pilihan terakhir kalau infeksi sudah menyebar luas dengan prognosis buruk.
Referensi
- Archana, S., Vijayakumar, H., Vijayanand, V., Tamilmahan, P., dan Kavitha, S. (2025). Therapeutic Management of Traumatic Reticuloperitonitis in a Cow. Indian Journal of Veterinary Medicine, 45(1), 57-59.
- Braun, U. (2022). Traumatic Reticuloperitonitis in Cattle. Merck Veterinary Manual. Diakses pada 1 Mei 2026 di https://www.merckvetmanual.com/digestive-system/diseases-of-the-ruminant-forestomach/traumatic-reticuloperitonitis-in-cattle.
- Braun, U., Warislohner, S., Torgerson, P., Nuss, K., dan Gerspach, C. (2018). Clinical and Laboratory Findings in 503 Cattle with Traumatic Reticuloperitonitis. BMC Veterinary Research, 14.
- Dairymac (2026). Bovimax Medium Duty Magnetic Bolus. Diakses pada 1 Mei 2026 di https://www.dairymac.com/products/bovimaxmedium-duty-magnetic-bolus/.
- Gugjoo, M., Dar, S., Ahmad, R., Hussain, H., Dar, M., Parrah, J., dan Dhama, K. (2021). Traumatic Reticuloperitonitis in Cattle and Buffalo: Recent Advances in Understanding of Etiopathogenesis, Diagnosis and Treatment. The Indian Journal of Animal Sciences, 91(11), 895-905.
- Hofmann, R. R. (1989). Evolutionary Steps of Ecophysiological Adaptation and Diversification of Ruminants: A Comparative View of Their Digestive System. Oecologia, 78, 443–457.



0 Komentar