MENGULIK UPAYA MEWUJUDKAN SWASEMBADA DAGING DI INDONESIA

RAFAEL TIRTA BAYU ANDIKA – BIRO LITBANG

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah kebutuhan masyarakat akan bahan pokok meningkat, tak terkecuali daging sapi. Kenaikan harga daging sapi pasaran di berbagai daerah di Indonesia menjadi fenomena yang biasa menjelang hari raya. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan daging yang tersedia. Mengacu pada catatan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kementrian Perdagangan (Kemdag), neraca ketersediaan daging sapi dan kerbau menjelang hari besar keagamaan dan nasional (HBKN) yakni lebaran per Mei 2021 minus 13.055 ton. Hal tersebut diperoleh dari ketersediaan pasokan sebesar 63.714 ton sedangkan perkiraan kebutuhan lebih tinggi yakni 76.769 ton. read more

PRESS RELEASE HSTP SHARING #2 2020/2021: KOLABORASI BIRO LITBANG DAN DIVISI RUMINANSIA “SWASEMBADA DAGING SAPI”

Pada tanggal 24 Agustus 2020, Biro Litbang HSTP FKH UGM bersama dengan Divisi Ruminansia HSTP FKH UGM telah melaksanakan kegiatan HSTP SHARING untuk kedua kalinya. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan menumbuhkan pemikiran kritis pengurus, anggota, dan alumni HSTP. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari pengurus, anggota, dan alumni HSTP FKH UGM. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meeting. Link untuk mengikuti kegiatan telah dibagikan di masing-masing grup pengurus, anggota, dan alumni HSTP FKH UGM satu minggu sebelum pelaksanaan HSTP SHARING. read more

UPAYA INDONESIA CAPAI SWASEMBADA DAGING 2026

Tahun 2016 lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) telah meluncurkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) sebagai upaya percepatan peningkatan populasi sapi bunting dan melahirkan dengan baik untuk tercapainya swasembada daging di Indonesia. Upsus Siwab mempunyai dua program utama, yaitu Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka). Program ini menargetkan 70% dari 5,9 juta ekor sapi betina dewasa, yaitu sekitar 4 juta ekor, akan dijadikan aseptor (ternak yang di IB) dengan kebuntingan dan kelahiran yang diharapkan adalah 3 juta ekor atau 73% dari aseptor. read more